Jumat, 30 Oktober 2026 22:46 WIB

ICM Tingkatkan Perlindungan Siswa dengan Pembenahan Pengawasan

TNGNEWS.ID — Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) sedang memperkuat sistem perlindungan bagi siswa dengan melakukan perbaikan pada pengawasan lingkungan sekolah serta penyempurnaan mekanisme pengaduan.

ICM Tingkatkan Perlindungan Siswa dengan Pembenahan Pengawasan

TNGNEWS.ID — Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM) sedang memperkuat sistem perlindungan bagi siswa dengan melakukan perbaikan pada pengawasan lingkungan sekolah serta penyempurnaan mekanisme pengaduan.

Inisiatif ini merupakan hasil dari evaluasi internal yang dilakukan oleh pihak sekolah. Tujuan dari pembenahan ini adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan memastikan setiap laporan mengenai perlindungan siswa dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan tepat.

Rizqi Syihabuddien, Humas ICM, menyatakan bahwa keselamatan dan perlindungan siswa adalah prioritas utama dalam proses perbaikan yang dilakukan. “Evaluasi ini menjadi dasar bagi kami untuk memperbaiki pengawasan dan prosedur perlindungan siswa. Kami ingin memastikan setiap laporan mendapat perhatian dan ditindaklanjuti dengan tepat,” ujarnya dalam keterangan resmi.

Salah satu langkah nyata yang diambil oleh ICM adalah menambah titik kamera pengawas atau CCTV, yang kini berjumlah 395 titik di area sekolah. Selain pengawasan fisik, ICM juga menegaskan batas-batas interaksi antara guru dan siswa kepada seluruh komunitas sekolah, sebagai bagian dari upaya membangun pemahaman tentang interaksi yang aman dan sesuai dengan prinsip perlindungan anak.

Sekolah ini juga menyempurnakan mekanisme penerimaan dan tindak lanjut pengaduan, dengan komitmen untuk menjaga kerahasiaan laporan dan memberikan perlindungan kepada pelapor. “Orang tua perlu mengetahui apa yang sedang kami kerjakan. Kami siap menjelaskan langkah yang sudah dilaksanakan, menyampaikan apa yang masih berjalan, dan mendengarkan hal-hal yang menurut mereka perlu diperbaiki,” tambah Rizqi.

Penguatan perlindungan siswa juga melibatkan pemeriksaan psikologis tambahan bagi tenaga pendidik menggunakan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI). Selain itu, edukasi mengenai perlindungan anak diperkuat melalui program Learning Support Center ICM, yang dianggap penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman.

ICM berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tangerang Selatan, Pokja BSAN, BPMP Banten, serta unit-unit di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sekolah ini terbuka terhadap arahan dan evaluasi dari berbagai pihak mengenai tata kelola dan prosedur perlindungan siswa.

Dewan Pembina, pengurus yayasan, dan pimpinan sekolah bertanggung jawab untuk mengawasi proses ini. ICM akan secara berkala mengevaluasi dan melaporkan perkembangan pembenahan, dengan tetap menjaga kerahasiaan data anak.

Rizqi menekankan bahwa pembenahan tidak hanya berhenti pada kebijakan, tetapi harus diterapkan secara konsisten. “Kepercayaan orang tua siswa perlu kami jaga melalui tindakan nyata. Kami bertanggung jawab memastikan pembenahan ini berjalan dan terus mengevaluasi pelaksanaannya agar perlindungan siswa di ICM semakin baik,” tutupnya.