Jumat, 30 Oktober 2026 11:59 WIB

Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya

HAITANGERANG.COM - Diagnosis kanker payudara stadium lanjut sering kali menimbulkan kepanikan dan rasa putus asa baik bagi pasien maupun keluarganya. Banyak yang menganggap kondisi ini sebagai akhir d

Kanker Payudara Stadium Lanjut Bukan Akhir Segalanya

HAITANGERANG.COM - Diagnosis kanker payudara stadium lanjut sering kali menimbulkan kepanikan dan rasa putus asa baik bagi pasien maupun keluarganya. Banyak yang menganggap kondisi ini sebagai akhir dari segalanya karena dianggap sulit untuk disembuhkan.

Namun, dengan kemajuan dalam bidang kedokteran dan teknologi pengobatan, pandangan tersebut kini mulai berubah.

Dr. dr. Sonar Soni Panigoro, Sp.B, Subsp. Onk. (K) M.Epid, MARS, seorang Dokter Spesialis Bedah Onkologi di Eka Hospital BSD, menjelaskan bahwa pasien kanker payudara stadium lanjut kini memiliki banyak pilihan terapi yang efektif.

“Pengobatan medis terkini tidak hanya berfokus untuk memperpanjang usia harapan hidup, tetapi juga mengendalikan penyebaran sel kanker sekaligus memastikan pasien tetap memiliki kualitas hidup yang baik dan bebas dari rasa nyeri,” ungkapnya pada Rabu, 28 Oktober 2026.

Dr. Sonar juga menyoroti tren peningkatan kasus kanker yang kini semakin mengkhawatirkan, bahkan menyerang usia yang sangat muda. Ia menyebutkan bahwa kasus termuda yang pernah ia temukan adalah seorang pasien berusia 18 tahun. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting. Ia menyarankan agar perempuan mulai melakukan pemindaian (screening) USG setidaknya setiap 2 hingga 3 tahun setelah memasuki masa akil balik.

"Meski di bawah usia 30 tahun tergolong jarang, pemeriksaan harus dilakukan lebih sering setelah melewati usia 30 tahun," jelasnya.

Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia mengenai bahaya dan pencegahan kanker masih tergolong rendah. Hal ini diperburuk oleh banyaknya informasi keliru yang beredar serta meningkatnya jumlah perokok aktif di kalangan usia muda.

"Padahal edukasi terus kami berikan, namun masyarakat masih banyak yang terpapar informasi yang salah. Banyak yang percaya mitos daripada penjelasan medis," tambah Dr. Sonar.

Kanker payudara stadium lanjut dibagi menjadi dua fase utama secara medis: Stadium III, di mana sel kanker telah membesar dan menyebar ke kelenjar getah bening, dan Stadium IV (Metastasis), di mana sel kanker telah menyebar ke organ vital lainnya.

Dr. Sonar menjelaskan bahwa pendekatan terapi untuk kanker stadium lanjut sangat berbeda dibandingkan dengan stadium awal. "Jika pada stadium awal fokus utamanya adalah penyembuhan total melalui operasi pengangkatan tumor, maka pada stadium lanjut, fokus terapi bergeser pada upaya memperlambat penyebaran sel kanker hingga mencapai fase remisi," ungkapnya.

Penanganan kanker payudara stadium lanjut bersifat personal dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien berdasarkan hasil biopsi serta jenis sel kanker. Tim dokter biasanya merancang kombinasi dari beberapa pilar pengobatan, termasuk terapi sistemik, terapi target, terapi hormonal, dan tindakan paliatif.

Dr. Sonar juga menekankan bahwa hingga saat ini, penyebab pasti kanker belum dapat dipastikan karena dipicu oleh berbagai faktor. Namun, menerapkan gaya hidup sehat dapat menurunkan risiko hingga 40 persen.

"Olahraga dengan prinsip gerakan lebih dari 1,5 jam per minggu sudah sangat baik. Namun perlu diingat, kanker itu multifaktor. Jika ada orang yang rajin berolahraga tetapi tetap terkena kanker, jangan menyalahkan olahraganya," tegasnya.

Di akhir penjelasannya, Dr. Sonar menyatakan bahwa menjalani pengobatan kanker stadium lanjut ibarat lari maraton yang memerlukan kedisiplinan, kesabaran, dan dukungan dari keluarga. Bagi masyarakat yang memerlukan konsultasi atau evaluasi, dapat menghubungi Eka Hospital BSD.