Sabtu, 31 Oktober 2026 04:12 WIB

Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November

HAITANGERANG.COM - Pemerintah Kota Tangerang memutuskan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani hingga Selasa, 3 November 202

Pemkot Tangerang Tunda Relokasi PKL Pasar Anyar hingga 3 November

HAITANGERANG.COM - Pemerintah Kota Tangerang memutuskan untuk menunda proses relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di badan Jalan Kiasnawi dan Jalan Ahmad Yani hingga Selasa, 3 November 2026.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Teguh Supriyanto, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan hasil dialog dengan para pedagang. Penundaan disampaikan setelah petugas gabungan melakukan sosialisasi mengenai rencana penataan kawasan Pasar Anyar menjadi pusat niaga yang lebih tertib dan ramah bagi pejalan kaki.

"Kami terus melakukan pendekatan yang humanis dan persuasif untuk mendorong para pedagang merelokasi aktivitasnya ke tempat yang seharusnya. Berdagang di badan jalan selama ini telah mengganggu ketertiban umum, bahkan membahayakan karena menghambat arus lalu lintas di sekitar kawasan ini,” kata Teguh di Pasar Anyar pada Kamis, 29 Oktober 2026.

Selama masa penundaan, Pemkot Tangerang bersama Perumda Pasar Kota Tangerang akan memfasilitasi para PKL untuk mendaftarkan diri dan mengisi area relokasi yang telah disiapkan. Lokasi penampungan pedagang akan dipusatkan di selasar lantai satu Gedung Pasar Anyar, dilengkapi dengan fasilitas yang memadai.

"Pedagang tidak perlu khawatir mengenai fasilitas di area relokasi. Lapak-lapaknya sudah disediakan, tempatnya bersih, aksesnya bagus, bahkan Perumda Pasar Kota Tangerang merencanakan area tersebut beroperasi hingga 24 jam. Ini tentu sangat menguntungkan bagi para pedagang,” tambah Teguh.

Pemkot Tangerang berharap seluruh PKL dapat bersikap kooperatif dan mendukung rencana penataan ini. Sinergi antara pedagang dan pemerintah daerah diharapkan dapat mengurangi kemacetan di kawasan tersebut serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Pasar Anyar secara berkelanjutan.