Sabtu, 31 Oktober 2026 03:02 WIB

Mahasiswa UMT Gelar Aksi Evaluasi Rektorat

TNGNEWS.ID – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Koorkom IMM) bersama delapan Pimpinan Komisariat Se-UMT dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) me

Mahasiswa UMT Gelar Aksi Evaluasi Rektorat

TNGNEWS.ID – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Koorkom IMM) bersama delapan Pimpinan Komisariat Se-UMT dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) melakukan aksi unjuk rasa di Plaza Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) pada Senin (26/10/2026) siang.

Aksi yang bertajuk ‘Evaluasi Kinerja Rektorat, Hilangkan Gaya-Gaya Birokrat’ ini merupakan lanjutan dari audiensi sebelumnya yang dianggap tidak menghasilkan tindakan nyata.

Demonstrasi ini bertujuan untuk mendesak Rektorat UMT agar segera mengevaluasi kebijakan kampus yang dianggap merugikan dan tidak mendukung kepentingan mahasiswa.

Situasi sempat mereda ketika Rektor UMT bersama Wakil Rektor II dan Wakil Rektor III bersedia menemui para demonstran. Kedua belah pihak kemudian mengadakan dialog dan forum diskusi terbuka untuk mendengarkan langsung keluhan mahasiswa.

Ketua Koorkom IMM UMT, Muhamad Nur, menjelaskan bahwa sebelum aksi ini, mereka telah melakukan audiensi dengan Wakil Rektor II, Wakil Rektor III, serta Biro Kemahasiswaan mengenai kesulitan dalam pengajuan anggaran kegiatan kemahasiswaan.

Namun, hingga batas waktu yang ditentukan sebelum aksi, tidak ada tindakan konkret dari pihak Rektorat.

“Aksi ini dilakukan oleh kawan-kawan IMM dan juga BEM terkait tindak lanjut atas pertemuan dan audiensi IMM terhadap rektorat atas beberapa aspirasi mahasiswa. Secara garis besar mahasiswa khususnya organisatoris menuntut terkait regulasi atas kebijakan pencairan yang dimana kegiatan mahasiswa menjadi salah satu pondasi atas berhasilnya UMT mendapatkan predikat unggul, maka kami merasa UMT hari ini membalas air susu dengan air tuba terhadap organisasi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Tangerang,” ujarnya.

Dalam rilis resmi yang diterima redaksi, terdapat enam poin tuntutan utama yang diajukan oleh Koorkom IMM UMT kepada birokrasi kampus.

Tuntutan tersebut antara lain meminta Rektorat untuk membuka ruang inklusif dalam melayani mahasiswa, mengevaluasi kebijakan kampus yang rumit, serta memberikan kejelasan teknis pengajuan anggaran untuk kegiatan kemahasiswaan dan perkaderan.

Mahasiswa juga menuntut transparansi kinerja rektorat, memprioritaskan agenda mahasiswa UMT, serta mendesak peningkatan dan peninjauan ulang seluruh pelayanan, fasilitas, dan sarana prasarana kampus.

Melalui forum diskusi yang terbentuk selama aksi, para demonstran menegaskan tenggat waktu yang ketat kepada Rektorat UMT untuk merealisasikan hasil dialog dan menyatakan tidak akan tinggal diam jika kesepakatan kembali menemui jalan buntu.

“Maka dari itu mahasiswa menuntut 2×24 jam atas pembentukan regulasi serta evaluasi terhadap kinerja rektorat yang nantinya akan dilakukan sosialisasi. Teman-teman IMM juga BEM juga tidak main-main jika janji ini tidak ditepati maka akan ada aksi lanjutan atau mungkin akan lebih besar daripada ini, karena ini tuntutan yang sudah dihimpun dari sekian banyak dan lamanya waktu,” pungkasnya.