Sabtu, 31 Oktober 2026 07:44 WIB

Andra Soni Tinjau Kali Angke Temukan Dua Penyebab Banjir di Tangerang

HAITANGERANG.COM - Gubernur Banten, Andra Soni, bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Kali Angke untuk mengidentifikasi penyebab banjir di

Andra Soni Tinjau Kali Angke Temukan Dua Penyebab Banjir di Tangerang

HAITANGERANG.COM - Gubernur Banten, Andra Soni, bersama Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi Kali Angke untuk mengidentifikasi penyebab banjir di wilayah Tangerang, pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Menggunakan perahu karet, mereka menelusuri sepanjang 3,5 kilometer dari bantaran Kali Angke di Perumahan Ciledug Indah 2, Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang, hingga Bendung Polor di Kembangan, Jakarta Barat. Dalam peninjauan tersebut, Dody menemukan dua masalah utama yang mempengaruhi aliran sungai, yaitu pendangkalan dan penyempitan badan sungai.

Dody menekankan pentingnya penanganan kedua masalah ini agar kapasitas Kali Angke dalam menampung dan mengalirkan air dapat kembali optimal. “Pendangkalan harus kita tangani melalui normalisasi atau pendalaman sungai. Penyempitannya juga harus dibereskan agar kapasitas sungai bisa kembali seperti semula,” ujarnya.

Andra Soni menambahkan bahwa peninjauan ini merupakan langkah untuk menyelaraskan penanganan banjir yang melibatkan beberapa wilayah, termasuk Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Jakarta. Ia menyebutkan bahwa pekerjaan penanganan di bagian hulu Kali Angke telah menunjukkan kemajuan, meskipun masih ada beberapa titik tanggul yang belum terpasang karena masalah pembebasan lahan.

“Penanganan ini harus dilakukan bersama. Ada pekerjaan yang menjadi kewenangan Kementerian PU, ada pula yang bisa dilakukan pemerintah kota dan provinsi. Prinsipnya, kita urai persoalannya satu per satu agar dampak banjir dan kerugian masyarakat bisa berkurang,” jelas Andra.

Untuk mendukung upaya tersebut, Pemkot Tangerang telah menyelesaikan pembebasan lahan sepanjang 600 meter, dan pekerjaan fisiknya akan ditangani oleh Kementerian PU. Sementara itu, Pemprov Banten telah menurunkan alat berat untuk membantu normalisasi Kali Angke.

Bendung Polor juga menjadi fokus perhatian dalam peninjauan. Infrastruktur yang dibangun pada era kolonial Belanda ini sebelumnya digunakan untuk irigasi, namun kini perlu dievaluasi fungsinya mengingat perubahan kawasan di sekitarnya menjadi permukiman padat. Kementerian PU mencatat bahwa struktur di bagian bawah bendung diduga menghambat aliran air, dan rencana pembongkarannya akan dikoordinasikan dengan Pemkot Tangerang dan Pemkot Jakarta Barat.

Pemerintah juga berencana menyiapkan jembatan sementara untuk memastikan aktivitas warga tetap berjalan selama proses pekerjaan berlangsung.

Warga Kembangan Selatan, Riani, 55 tahun, mengungkapkan keluhannya mengenai banjir yang sering melanda kawasan tempat tinggalnya. Ia menyatakan bahwa warung kopinya kerap terendam hingga dua meter setiap musim hujan. “Kalau musim hujan, hampir setiap bulan pasti banjir. Orang susah lewat, kendaraan juga sulit masuk. Kalau sudah banjir, saya otomatis tidak bisa berjualan,” keluhnya.

Riani berharap agar pemerintah segera merealisasikan penanganan fisik Kali Angke agar warga tidak terus menghadapi masalah banjir yang berulang.

Andra Soni juga mengingatkan masyarakat untuk menjaga kebersihan sungai dan tidak membuang sampah ke aliran air. Dalam peninjauan, rombongan menemukan limbah rumah tangga yang menyumbat aliran sungai. “Jangan sampai sungai yang seharusnya menjadi sahabat kita, justru berubah menjadi sumber bencana hanya karena tidak dirawat dan dijaga bersama,” pungkasnya.