Selasa, 3 November 2026 00:44 WIB

200 Pedagang Pasar Kronjo Gulung Tikar Akibat Proyek Revitalisasi Mangkrak

200 Pedagang Pasar Kronjo Gulung Tikar Akibat Proyek Revitalisasi Mangkrak

HAITANGERANG.COM - Sebanyak 200 pedagang di Pasar Tradisional Kronjo, Kabupaten Tangerang terpaksa gulung tikar akibat proyek revitalisasi yang tidak kunjung selesai. Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang diadakan oleh Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang pada Senin, 2 November 2026, yang melibatkan Komunitas Pedagang Pasar Kronjo, Perumda Pasar Niaga Kerta Raharja, dan pihak pengembang PT Trivalenia Citra Utama.

Perwakilan pedagang, Aspuri, menyatakan bahwa mangkraknya proyek revitalisasi telah membuat Pasar Kronjo sepi pengunjung, sehingga menyebabkan banyak pedagang mengalami kebangkrutan. "Mereka gulung tikar dan kini menganggur, entah sampai kapan ini akan berlangsung. Ini diperparah bersamaan munculnya wabah Covid pada 2019 dan terus berlanjut hingga kini," ungkapnya.

Aspuri juga menyoroti bahwa penetapan harga kios yang tinggi semakin memberatkan pedagang, ditambah dengan kondisi Tempat Penampungan Sementara yang tidak memadai. Ia menegaskan bahwa mayoritas pedagang memiliki modal yang terbatas, dan menuntut adanya transparansi dalam penetapan harga.

Sementara itu, Jacky dari PT TCU menjelaskan bahwa dari 300 pedagang di Pasar Kronjo, hanya sedikit yang menunjukkan keseriusan dalam proyek revitalisasi. "Sikap hati dari kami sebenarnya tetap ingin melanjutkan. Namun kendala utamanya adalah realisasi pencicilan dan pembayaran tanda jadi dari pedagang yang sangat rendah," jelasnya.

Jacky juga menginformasikan bahwa proyek revitalisasi saat ini terhenti karena Perjanjian Kerja Sama antara Perumda Pasar NKR dan pihak pengembang telah habis masa berlakunya. Ia menekankan pentingnya komitmen dari pedagang untuk mencapai kesepakatan yang realistis.

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umardhani, mendesak agar semua klausul dalam adendum disesuaikan sebelum pembangunan fisik Pasar Kronjo dapat dilanjutkan. "Kita ingin semua selamat, ada kepastian hak dan kewajiban. Intinya mari turunkan ego masing-masing, duduk bersama merumuskan yang terbaik untuk Pasar Kronjo," tegasnya.